Text
Dekonstruksi kekuasaan: Konsolidasi semangat kebangsaan
Secara garis besar, gagasan utama atau ringkasan dari isi buku ini menyoroti potret ironis perjalanan bangsa pasca-kolonial:
1. Ironi Pengasuhan Bangsa: Penulis mengibaratkan Indonesia pada usia satu abad Kebangkitan Nasional bagaikan "bayi" yang baru belajar berjalan. Namun mirisnya, alih-alih
dirawat oleh "ibu kandung" yang melahirkannya, nasib arah bangsa ini justru seolah diserahkan dan disetir oleh "ibu tiri" maupun "baby sitter"—yang merepresentasikan
kepentingan-kepentingan elit, pragmatisme politik, serta kekuatan eksternal yang bukan berakar dari jati diri asli sejarah Nusantara
2. Dekonstruksi Konsep Kekuasaan: Buku ini berupaya membongkar cara pandang konvensional terhadap kekuasaan politik di Indonesia.
3. Konsolidasi Kebangsaan: Sebagai solusi, Nasruddin Anshoriy menekankan pentingnya merajut kembali rajutan komitmen kebangsaan yang mulai rapuh melalui
penguatan etika politik dan civil society (masyarakat sipil).
Tidak tersedia versi lain