Text
Sejarah hermeneutik: dari plato sampai gadamer
Ruang Lingkup Sejarah & Tokoh Utama yang DibahasJean Grondin membagi kronologi perkembangan seni memahami ini ke dalam beberapa fase penting:
1. Era Pra-Modern & Teologis: Menelusuri benih interpretasi dari alegori kuno, gagasan Logos internal milik Agustinus, hingga era Reformasi Gereja oleh Martin Luther dan Flacius yang
menuntut kemandirian teks kitab suci,
2. Fase Pencerahan (Enlightenment): Membahas kontribusi para pemikir seperti Chladenius dan Meier yang mulai merumuskan aturan-aturan universal untuk menghindari kesalahpahaman teks.
3. Hermeneutika Romantik & Historisisme: Mengulas titik balik besar di abad ke-19 melalui Friedrich Schleiermacher (yang mengubah hermeneutika menjadi seni memahami universal)
serta Wilhelm Dilthey (yang menjadikannya fondasi metodologis bagi ilmu-ilmu kemanusiaan/Geisteswissenschaften).
4. Hermeneutika Filosofis Abad ke-20: Porsi terbesar buku ini menyoroti pergeseran eksistensial oleh Martin Heidegger yang melihat interpretasi sebagai struktur dasar kehidupan manusia (Dasein),
dan Hans-Georg Gadamer yang memperkenalkan konsep penting seperti "lingkaran hermeneutik" (hermeneutic circle) dan "peleburan cakrawala" (fusion of horizons).
5. Perdebatan Kontemporer: Buku ini ditutup dengan mengurai benturan pemikiran pasca-Gadamer, termasuk kritik objektivitas dari Emilio Betti, kritik ideologi oleh Jürgen Habermas,
hingga tantangan dekonstruksi Jacques Derrida
Tidak tersedia versi lain