Secara garis besar, gagasan utama atau ringkasan dari isi buku ini menyoroti potret ironis perjalanan bangsa pasca-kolonial: 1. Ironi Pengasuhan Bangsa: Penulis mengibaratkan Indonesia pada usia satu abad Kebangkitan Nasional bagaikan "bayi" yang baru belajar berjalan. Namun mirisnya, alih-alih dirawat oleh "ibu kandung" yang melahirkannya, nasib arah bangsa ini justru seolah diserah…